Punya Banyak Simpanan Uang di Celengan? Investasikan Sekarang Juga!

 

M enabung pangkal kaya adalah pepatah yang dari sejak dini diajarkan pada kita. Menyisihkan uang tabungan secara rutin seakan dipandang sebagai cara paling benar untuk memastikan hidup kita terjamin. Tapi, apakah pandangan tersebut sepenuhnya benar?

Walaupun secara konsep menabung adalah kegiatan yang positif dan secara jangka pendek dapat membantu kita mengelola ketidakpastian hidup, manfaat keuangan yang biasa didapat dari menabung sesungguhnya belum optimal. Bahkan, tidak jarang pula, tempat yang kita gunakan untuk menabung tidak dapat melindungi nilai uang kita. Akibatnya, tabungan kita malah sia-sia di tengah fenomena nilai uang yang secara tren nilainya semakin menurun.

"Penting untung menabung, tapi lebih penting untuk tahu cara yang pas mengatur tabungan sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar."

 



Pada prinsipnya nilai uang akan selalu dikejar oleh waktu. Musuh terbesar uang adalah waktu. Dengan nilai uang yang memiliki kecenderungan untuk turun, uang Rp500 yang dulu dapat dibelikan satu mangkuk bakso, saat ini hanya cukup untuk membeli 5 buah permen. Begitu pula dengan uang yang kita tabung. Apabila tidak dikelola dengan baik dan ditempatkan di tempat yang benar, suatu saat, uang Rp1,000,000 yang kita tabung di bank (atau bahkan di celengan!) tidak bertumbuh secepat penurunan nilai uang akibat faktor-faktor seperti inflasi, kondisi pasar uang, dan lain-lain.

Bayangkan kamu dan adikmu masing-masing menyisihkan uang tabungan sebesar Rp100.000 tiap bulan. Adikmu memilih untuk menyimpan tabungannya di kotak celengan yang baru ia beli, sedangkan kamu, memilih menempatkan tabungmu dengan cara membeli suatu produk investasi. Anggap saja, pada saat itu, produk investasi yang kamu beli menjanjikan hasil imbal per tahun sebesar 8%.

Berapa nilai uangmu dan adikmu pada 20 tahun mendatang?

Pasti banyak dari kalian yang sudah terlebih dahulu memperkirakan, akan tetapi, seberapa besar perbedaannya? Apabila dihitung, ternyata, pada 20 tahun mendatang, nilai uang adikmu akan bernilai sebesar Rp24.000.000 sedangkan uangmu akan bernilai sebesar Rp55.000.000. Cukup besar bukan?

Lalu, bagaimana dengan risiko? Benar saja, secara umum menempatkan tabungan kita di bank atau di rumah memiliki risiko yang relatif lebih kecil daripada risiko investasi di berbagai produk keuangan. Akan tetapi, kemajuan pasar finansial saat ini memungkinkan terdapatnya tawaran produk-produk keuangan dengan risiko rendah. Salah satu contohnya adalah reksa dana. Reksa dana adalah salah satu produk investasi yang paling banyak diminati investor pemula yang umumnya lebih menyukai investasi dengan risiko rendah dan proses pelaksanaan yang mudah. Lagipula, apa kalian yakin kalau risiko rendah yang ditawarkan penempatan tabungan di bank/di rumah sebanding dengan penurunan nilai uang kalian di masa depan?